![]() |
|
| Orangutan termasuk salah satu binatang yang terancam punah |
Populasi orangutan itu ditemukan setelah mendapatkan informasi dari penduduk setempat.
Sebagian besar habita orangutan di hutan Kalimantan dan Malaysia hilang karena pembukaan hutan untuk kayu dan perkebunan kelapa sawit.
Sekitar 50.000 orangutan diperkirakan masih ada di hutan.
Erik Meijaard, dari Nature Conservancy Indonesia mengatakan primata berbulu merah ditemukan di daerah pegunungan yang sulit ditembus.
"Akhirnya saya bisa menghimpun tim yang berhasil masuk ke wilayah itu dan mereka membenarkan bahwa ada populasi orangutan di sana," kata Meijaard.
"Dan sewaktu mereka kembali dari ekspedisi, mereka menunjukkan kepada saya foto-foto orangutan dan mereka memiliki rekaman video yang cukup bagus. Sungguh sangat senang kami melihatnya," tambahnya.
Perjalanan ke habitat itu memerlukan waktu 10 jam dengan mobil, lima jam lagi dengan kapal dan kemudian beberapa jam berjalan kaki.
Tim peneliti menemukan lebih dari 200 sarang dan tiga orangutan liar di atas sarang itu - seekor induk dan anak, serta dua ekor jantan.
Meijaard mengatakan banyak orangutan yang mereka urus, dan jumlah binatang ini terus mengalami penurunan dan sangat sedikit yang dapat bertahan.
"Jadi, begitu menemukan populasi yang baru seperti ini, yang jumlahnya beberapa ratus bahkan mungkin ribuan, terasa sangat menggembirakan khususnya karena kawasan itu, pada saat ini, tidak terancam," kata Meijaard.
"Kawasannya sangat sulit dimasuki, dengan jurang-jurang yang sangat curam, banyak tebing-tebing batu cadas dan tidak mudah pergi ke sana. Dan juga tidak cocok untuk perkebunan, yang berarti orang tidak tertarik masuk ke sana," tambahnya lagi.
Para peneliti mengatakan tempat itu kemungkinan semacam tempat pengungsian orangutan - karena ada beberapa kelompok yang menyelamatkan diri begitu terjadi kebakaran hutan.
Para ilmuwan kini bekerjasama dengan penduduk setempat untuk melindungi kawasan itu.
Sumber : BBC