Petani Nilam Tewas Diinjak Gajah

(31 Juli 2010)

Oleh: Radzie

BANDAACEH | ACEHKITA.COM — Seorang petani nilam di Kecamatan Kluet Tengah,Aceh Selatan, tewas dengan tubuh mengenaskan, setelah diinjak gajah dikawasan Damar Buih, Desa Putoh, Jumat (30/7) sekitar pukul 3.00 WIB.Sementara seorang warga lainnya berhasil menyelamatkan diri dari amukankawanan gajah tersebut.

Korban meninggal yaitu Salahuddin, warga Desa Alue Keujruen berusia30 tahun. Malam naas itu, Salahuddin bersama Indra, temannya, berada dikebunnya di kawasan Damar Buih. Namun di sela-sela menjaga kebun darigangguan babi-liar, Salahuddin dan Indra memancing ikan di sebuahsungai yang berjarak sekitar 50 meter dari kebun mereka.

Saat memancing itulah, Salahuddin dan Indra melihat kawanan gajah,yang berjumlah delapan ekor, mendekati mereka. Karena takut, dua wargaini lari tunggang-langgang. Naas, Salahuddin terjatuh, ketika seekorgajah mengejarnya. Dalam posisi terjatuh ini, gajah itu menginjak-injaktubuh Salahuddin.

“Badannya remuk-remuk. Pak Salahuddin meninggal di tempat,” kataCamat Kluet Tengah Muhammad Hasbi saat dihubungi melalui sambungantelepon selular, Jumat sore.

Hasbi menyebutkan, setelah insiden penyerangan gajah itu, wargatidak berani kembali ke kawasan Damar Buih untuk menggarap lahanperkebunan dan pertanian mereka. Sementara jasad Salahuddin barudievakuasi warga pagi tadi.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat berada dikebun. Kami juga berharap agar pihak Badan Konservasi (Badan KonservasiSumber Daya Alam Aceh) untuk bisa menghalau kawanan gajah ini,” ujarHasbi.

Salahuddin, menurut Hasbi, merupakan korban meninggal pertama akibatkonflik gajah dan manusia di Kecamatan Kluet Tengah. Pekan lalu,kawanan gajah sempat merusak rumah dan lahan pertanian milik warga diDesa Alue Keujreun.

“Masyarakat kita sering menerima gangguan gajah. Tapi baru Pak Salahuddin yang meninggal,” ujarnya. [ngutip : acehkita.com ]

Berita Konservasi Terakhir