Gubernur Bali Sesalkan Punahnya Harimau Bali

(13 Juli 2010)

Denpasar, (tvOne). Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas punahnya satwa harimau sebagai salah satu sub-spesies yang pernah hidup di Pulau Dewata.

"Bagaimanapun, dalam kerangka memberi penghargaan terhadap keberadaan harimau, saya harus mengungkapkan rasa penyesalan yang sangat dalam atas peristiwa kepunahan salah satu fauna yang pernah ada di sini," katanya dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali di Denpasar, Senin malam.

Pernyataan Gubernur Bali itu disampaikan saat pembukaan pertemuan pendahuluan mitra dialog pemimpin negara-negara yang wilayahnya memiliki harimau alam (Pre Tiger Summit Partners Dialogue Meeting) yang tengah berlangsung di Nusa Dua.

"Harimau Bali merupakan salah satu fauna yang pernah ada di sini. Kepunahan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semuanya untuk membuat upaya perlindungan terhadap harimau," ujarnya.

Pertemuan itu dihadiri oleh delegasi 13 negara yang masuk wilayah kehidupan harimau, seperti Bangladesh, Bhutan, China, India, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand dan Vietnam. Utusan Bank Dunia juga hadir dalam pertemuan yang dibuka Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan itu.

Belajar dari kasus punahnya harimau Bali tersebut, Gubernur Mangku Pastika berharap ke depan tidak terjadi lagi kasus kepunahan sub species harimau apapun yang ada di muka bumi.

"Kemusnahan harimau tersebut akan memotivasi kami untuk melindungi jenis tanaman (flora) dan binatang (fauna) endemik Bali lainnya, termasuk binatang yang menjadi ciri khas atau ikon provinsi ini, jalak bali," tandasnya.

Ia bersyukur, populasi jalak bali telah mengalami peningkatan karena adanya perbaikan dan aktivitas pemuliaan.

Diungkapkan, sebagai salah satu destinasi pariwisata yang populer di dunia, Bali telah mengembangkan pembangunan lingkungan, termasuk melibatkan para turis. Dengan dukungan seluruh komponen yang ada, Pemerintah Provinsi Bali telah menyatakan komitmen untuk melanjutkan meminimalisasi dampak dari pariwisata terhadap lingkungan.

Kegiatan kepariwisataan Bali kini bahkan diarahkan pada upaya-upaya untuk melindungi alam dan lingkungan pulau wisata ini. "Kami memiliki komitmen untuk mewujudkan Bali Provinsi Hijau atau membangun Pulau Dewata yang senantiasa berdasarkan orientasi lingkungan," tambahnya.

Pertemuan delegasi 13 negara yang memiliki harimau alam tersebut direncanakan juga diikuti gubernur dari seluruh provinsi di Sumatra yang sebagian wilayah hutannya dikenal sebagai habitat harimau dan kini kondisinya juga terus terancam.

Namun tidak diperoleh kepastian, gubernur mana saja yang akhirnya bisa mengikuti kegiatan penting sebagai persiapan konferensi internasional yang melibatkan 13 kepala negara tersebut dan sejumlah pihak terkait di Saint-Peterburg, Rusia, pada 15 - 18 September 2010.

http://nusantara.tvone.co.id/berita/view/41622/2010/07/13/gubernur_bali_sesalkan_punahnya_harimau_bali

Berita Konservasi Terakhir