Gajah Mati Tersengat Listrik Milik PT Bumi Flora

(15 Juli 2010)

MI/Amiruddin Abdullah/ipACEH TIMUR--MI: Seekor gajah liar ditemukan mati di areal perkebunan sawit PT Bumi Flora, kawasan Alue Mampree, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Aceh. Hewan dilindungi undang-undang itu di diduga mati pada pertengahan pekan lalu akibat tersengat kabel listrik tegangan tinggi yang terpasang mengelilingi tanaman sawit di lokasi setempat.

Peristiwa itu terungkap setelah warga sekitar menemukan bangkainya pada Jumat (9/7), akhir pekan lalu, di kawasan setempat. Ditengarai, kejadian itu ada unsur kesengajaan dari pihak PT Bumi Flora.

Informasi yang diperoleh Media Indonesia, Senin (12/7), dari warga sekitar, bangkai gajah ditemukan di atas tiga kabel listrik bertegangan tinggi yang dipasang sebagai pagar pengamanan kebun sawit milik perusahaan itu. Satu di antara kabel telah putus diduga akibat tersandung kaki binatang bertubuh besar itu saat tersengat arus listrik.

Kondisi jasad gajah jantan itu sudah mengembung. Di sekelilingnya ada kerumunan kawanan gajah lain seperti mengawal bangkai teman yang telah mati itu.

Sehari kemudian (Sabtu, 10/7), saat warga mendekati bangkai gajah, ternyata salah satu gading telah hilang. Bagian mulut tempat tumbuh gading ada bekas gergaji yang digunakan untuk memotongnya. Kemudian bangkainya dipindahkan perusahaan perkebunan itu ke lokasi lain yang diduga hendak dibakar guna menghilangkan bau busuk.

Muhammad, pemerhati satwa langka di Aceh Timur, Senin (12/7), mengatakan, kematian gajah tersebut diyakini ada unsur kesengajaan oleh pihak PT Perkebunan Sawit Bumi Flora. Dugaan itu diperkuat karena selama ini kawanan gajah liar sering mengobrak-abrik tanaman sawit sehingga pihak perusahaan melakukan kekerasan untuk mengatasi gangguan.

Dia mengharapkan pihak berwenang dan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) mengusut kasus pembunuhan binatang langka itu. Apalagi salah satu gadingnya telah raib dicuri pihak tertentu. "Populasi gajah sudah di ambang kepunahan. Kalau dibiarkan, ini bisa semakin parah," katanya.

Catatan Media Indonesia, dua tahun terakhir gangguan gajah liar meningkat di Aceh Timur. Itu diduga akibat pembalakan hutan merajalela dan maraknya perburuan gajah oleh kelompok tertentu.

Beberapa waktu lalu, seekor gajah jantan juga ditemukan tewas dengan kondisi dua gadingnya raib di kawasan hutan Kecamatan Peunaroen, Kabupaten Aceh Timur. (MR/OL-5)http://www.mediaindonesia.com

Berita Konservasi Terakhir