Borneo Orangutan Survival Pulangkan Seekor Siamang ke Sumatera Barat
(31 Juli 2010)
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Amalia Husnul A'rofiati
BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id - Sabtu (31/7/2010) Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Borneo Orangutan Survival Foundation) merelokasi seekor siamang ke Sumatera Barat.
Pengembalian ke habitat asalnya ini merupakan salah satu Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari (PROKT-SL) bersama Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Siamang (Symphalangus syndactylus syndactylus) adalah kera hitam berekor panjang yang termasuk jenis gibbon yang berhabitat asli di Sumatera dan Semenanjung Malaya. Acong, begitu siamang ini diberi nama telah dinyatakan sehat untuk melakukan perjalanan jauh.
Perjalanan Acong ke Sumatera Barat didampingi drh Agus Irwanto. Acong dimasukkan dalam sebuah kotak jeruji besi yang sebagian besar ditutup dengan kertas. "Pemeriksaan selalu dilakukan dari mulai sebelum berangkat, masuk kargo, transit hingga sampai ditujuan," kata M. Rajuli, Plt. Manajer Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari.
Acong sendiri berasal dari Desa Tambulu Pao Malino, Makassar, Sulawesi Selatan. Ia diserahkan kepada yayasan untuk mendapatkan perawatan yg lebih baik pada 19 Maret 2008 lalu.
Acong kini berusia 11 tahun dengan berat tubuh 13 kg. "Awalnya waktu kita terima, berat tubuhnya hanya 4 kg. Jadi ada pertambahan berat badan yang signifikan," imbuh Rajuli.(*)