Bantu Konservasi Orangutan di Indonesia, KBRI London adakan Malam Budaya untuk pengumpulan dana

(24 Juli 2010)

Sebagai bagian dari komitmen Pemerintah RI untuk terus melakukan konservasi orang-utan dan satwa langka lainnya di Indonesia, KBRI London telah mengadakan Malam Budaya bertajuk An Indonesian Evening in support of Orangutan yang diadakan di Conway Hall, sebuah meeting hall yang prestisius di Kota London, UK, pada tanggal 14 Juli 2010.

Acara yang diadakan bekerjasama dengan Orangutan Foundation, sebuah LSM Inggris yang aktif dalam bidang konservasi dan rehabilitasi orang-utan di Indonesia, tersebut telah dihadiri oleh lebih dari 200 hadirin yang telah menyumbang melalui pembelian tiket untuk acara dimaksud.

Dalam pidato pembukaannya, selain menggarisbawahi komitmen Pemerintah Indonesia untuk melindungi orang-utan sebagai salah satu endangered species, Duta Besar RI untuk Inggris Yuri Octavian Thamrin menyampaikan juga apresiasinya terhadap LSM seperti Orangutan Foundation yang telah bekerjasama erat dengan Pemerintah RI dalam mendukung upaya konservasi orang-utan di Indonesia . Menurut Duta Besar Yuri Thamrin Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya-upaya konkrit dalam upaya perlindungan orang utan baik melalui pelaksanaan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Orangutan di Indonesia serta perlindungan hutan melalui pemberantasan illegal loging serta moratorium penebangan hutan alam.

Selanjutnya, Ms. Ashley Leiman OBE, Direktur Orangutan Foundation telah menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan KBRI London dalam berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh Orangutan Foundation. Selain itu, Ms. Leiman juga menyampaikan mengenai berbagai aktivitas Orangutan Foundation di Indonesia, seperti di Taman Nasional Tanjung Puting dan Taman Nasional Sebangau, serta berbagai kerjasama yang telah dilakukan oleh Orangutan Foundation dengan instansi-instansi Pemerintah Indonesia seperti Kementerian Kehutanan.

Selain menampilkan beberapa tarian yang dipersembahkan oleh grup seni Lila Bhawa, An Indonesian Evening juga menampilkan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Parahyangan dari Bandung, Indonesia, yang telah mempersembahkan dua sesi paduan suara. Sesi pertama merupakan sesi classical yang menyuguhkan lagu-lagu klasik Eropa seperti Exultate Deo dan Letztes Gluck sementara sesi kedua menampilkan lagu-lagu daerah tradisional dari berbagai suku di Indonesia seperti Janger dari Bali, Marencong-rencong dari Bugis, Cingcangkeling dari Sunda serta Yamko Rambe Yamko dari Papua dan Tari Saman dari Aceh. Paduan suara yang indah tersebut juga dipersembahkan disertai dengan tarian dan koreografi yang atraktif sehingga memperoleh aplaus dan apresiasi yang meriah dari para penonton.

Kehadiran PSM Unpar, yang baru saja memenangkan Juara I untuk Kategori Folksong Choir dan Juara II untuk Kategori Mixed Choir pada Llangollen International Music Eisteddfod, Llangollen yang diselenggarakan di Wales, UK pada tanggal 5-11 July 2010 telah memeriahkan malam budaya tersebut, dimana telah dikumpulkan dana lebih dari £ 5000 dari penjualan tiket dan souvenir yang semua keuntungannya telah disumbangkan kepada Orangutan Foundation untuk mendukung aktivitas mereka dalam konservasi orang-utan di Indonesia. (http://www.deplu.go.id/london/Pages/Embassies.aspx?IDP=85&l=id)

Berita Konservasi Terakhir