Burung Maleo merupakan satwa endemik Pulau Sulawesi yang sejak tahun 1990 berdasarkan SK. No. Kep. 188.44/1067/RO/BKLH tanggal 24 Pebruari 1990 "Maleo" ditetapkan sebagai "Satwa Maskot" daerah Sulawesi Tengah. Burung ini memiliki taksonomi sebagai berikut:
Phyllum : Chordata
Subphyllum : Vertebrata
Class : Aves
Ordo : Megapodidae
Familia :Megapodius
Genus : Macrocephalon
Species : Macrocephalon maleo
Jenis yang termasuk Megapodidae yang ada di Indonesia terdapat 8 jenis/species terdiri dari 13 Sub species. Sedangkan yang telah banyak dikenal dan yang dilindungi ada 2 (dua) species yaitu Maleo dan burung Gosong (Megapodius reinwardt). Burung gosong tersebar disepanjang pantai Nusa Tenggara Timur, Maluku Tenggara, P. Kangean (Jawa Timur) dan Irian.
Maleo dewasa memiliki ukuran berat ± 3 Kg, panjang ± 23 Cm dari paruh sampai dengan ekor. Ukuran badan yang jantan dan betina sama. Telur berbentuk oval, panjang ± 11 Cm diameter ±6 Cm, berat ± 230 gram dengan warna putih kemerah-merahan. Badan tertutup oleh bulu yang pendek (2-5 Cm) berwarna putih kemerah-merahan. Bulu sayap berwarna hitam panjang ± 25 Cm dan panjang sayap ± 18 Cm, panjang leher ± 14 Cm. Bagian atas kepala tertutup genjer berbentuk topi waja berwarna hitam dengan tebal ± 2 Cm tinggi 2,1 Cm, kaki bagian atas (paha) panjang 10 Cm tertutup bulu berwarna hitam. Burung ini memiliki perilaku yang khas yaitu meletakkan telurnya didalam pasir panas dan dibiarkan tanpa pengawasan sama sekali dari induknya sampai telur menetas. Selain itu burung ini lebih suka berjalan kaki daripada terbang meskipun mempunyai bulu yang cukup panjang.
Burung ini merupakan jenis burung monogami. Sumber pakannya berupa biji-bijian, semut, kumbang, dan beberapa jenis mikrofauna lainnya.
Habitat atau tempat hidup Maleo adalah daerah berpasir atau pada aliran sungai yang berpasir maupun disekitar sumber-sumber air panas di dalam hutan sampai daerah pasir pantai. Burung ini menyukai daerah-daerah yang panas untuk menetaskan telurnya. Suatu hal yang menjadi unik pada burung ini adalah anak burung dapat langsung terbang setelah menetas dari telur. Penyebaran terbatas di Pulau Sulawesi (endemik Sulawesi) dan di Sulawesi Tengah. Diperkirakan penyebaran habitatnya relatif cukup luas. Umumnya di empat Kabupaten di Sulawesi Tengah terdapat hidup di alam bebas baik didalam kawasan maupun ditempat lain diluar kawasan hutan. Di beberapa lokasi kawasan konservasi yang telah ditunjuk/ditetapkan menjadi habitat alami burung maleo, diantaranya Suaka Margasatwa Bakiriang di Kabupaten Banggai, Suaka Margasatwa Pinjan/Tanjung Matop di Kabupaten Toli-toli, Cagar Alam Morowali di Kabupaten Poso, dan Taman Nasional (Lore Lindu termasuk Kabupaten Donggala. Penyebaran di luar kawasan konservasi yang termonitor antara lain di daerah Tanjung Santigi Kecamatan Motong Tanjung, Desa Rerang Kecamatan Damsel, daerah Bungku, dan Sausu.
Maleo adalah jenis satwa yang peka terhadap gangguan. Gangguan di alam bebas antara lain: terdesaknya habitat terutama yang berada di luar kawasan konservasi, pemanfaatan telurnya oleh manusia serta predator antara lain : Biawak (Varanus sp), Babi Hutan (Sus sp). Saat ini burung ini termasuk dalam daftar Red List IUCN dan daftar Appendix menurut CITES. Upaya pembinaan populasi Maleo, antara lain melalui pembinaan habitat/tempat bertelur di Suaka Margasatwa Bakiriang dan Taman Nasional Lore Lindu. Selain itu melalui penetapan kawasan baru menjadi kawasan konservasi atau perlindungan habitat bertelur diharapkan dapat menjadi strategi atau upaya konservasi yang dapat mempertahankan kelangsungan hidup burung ini pada habitat alaminya. Namun upaya ini tetap menghadapi tantangan karena terjadinya alih fungsi belasan ribu hektar hutan pada bebrapa tahun belakangan ini pada beberapa kawasan konservasi. Hal ini dapat diketahui pada terjadinya alih fungsi 14.000 hutan yangtermasuk dalam wilayah Taman Nasional Bogani Nani Wartabone menjadi hutan produksi. Apabila hal ini terus dibiarkan terjadi, maka kepunahan burung endemik kawasan Wallacea ini tinggal menunggu waktu.
Sumber:
Anonim. Maleo (Macrocephalon maleo)”Satwa Maskot”Propinsi Sulawesi Tengah. Diunduh dari www.dephut/go.id pada tanggal 15 Juni 2010 pukul 19.32
Ant. 2010. Burung Maleo Terancam Tinggal Cerita(7 Juni 2010). Diunduh dari www.kompas.com pada tanggal 15 Juni 2010 pukul 19.54