Satu masalah penting di Indonesia saat ini adalah hilangnya hutan dalam jumlah besar, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Hilangnya hutan yang terus menerus ini memiliki dampak yang besar terhadap orang utan. Sekitar 630 orang utan yang pada saat ini berada dibawah rehabilitasi di Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Tengah di Nyaru Menteng terancam tidak dapat dilepas liarkan ke hutan. Togu Manurung PhD., ketua Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo atau BOS Foundation mengatakan bahwa bukanlah sebuah tugas yang mudah untuk menemukan area hutan alami di Kalimantan Tengah sekarang ini.
Ada empat masalah utama menyangkut isu orangutan, yaitu alih guna lahan menjadi perkebunan dengan cara pembabatan area hutan, pembakaran hutan, penebangan liar, dan perdagangan hewan liar. Hal-hal tersebut adalah penyebab utama hilangnya habitat. Seiring dengan menyusutnya habitat, kemungkinan keberlangsungan hidup orang-utan pun terus menurun.
Disamping itu, perdagangan ilegal juga merupakan sebuah masalah besar. Walaupun orang-utan dilindungi oleh hukum, mereka masih saja diperdagangkan. Sekitar 1000 orangutan dibunuh setiap tahun sehingga bayi-bayi mereka dapat diperdagangkan sebagai hewan peliharaan, meyebabkan keberlangsungan hidup spesies primata ini berada di tepi jurang, seperti yang diperingatkan oleh WWF dalam sebuah laporan baru.
Orangutan berarti “manusia hutan” dalam Bahasa Melayu – adalah penghuni asli hutan hujan tropis Sumatra dan Borneo. Mereka sudah berada dalam ancaman serius yang disebabkan oleh penebangan habitat intensif – lebih dari 90% spesies ini lenyap selama satu abad terakhir.
Orangutan sekarang ini merupakan primata paling mahal yang diperdagangkan di pasaran Indonesia bayinya dipelihara sebagai symbol status keluarga atau diperdagangkan untuk dipakai dalam industri hiburan. Menurut laporan, ketika mereka telah mencapai kedewasaan, banyak yang dibunuh atau ditelantarkan. Semuanya ini terjadi di depan mata kita, tetapi seringnya kita memilih untuk mengabaikannya.
Apa yang dapat membuat kita menyadari seriusnya masalah-masalah tersebut? Nampaknya pemerintah juga memilih untuk menutup mata terhadap apa yang sebenarnya tengah terjadi.